Akhirnya Datang Juga! Ubuntu 18.04 LTS “Bionic Beaver”

Saya hidupkan kembali BaraBlog yang sudah lama mati suri (lebay) dengan sedikit penyegaran. Sudah lama tidak menulis lagi. Sebelumnya saya mulai kembali nulis blog dengan menggunakan platform WordPress disini, karena aplikasi mobile yang cukup bersahabat buat saya. Tapi ya, akhirnya saya balik nulis lagi di blogger saya ini. Ini karena, saya mulai bisa bermain adsense lagi setelah sekian lama (nanti mungkin saya mau nulis soal pengalaman menggunakan google adsense juga).

Btw saya sudah lama tidak menggunakan ubuntu lagi. Terakhir menggunakannya di laptop Asus saya (saat ini sudah wafat), dan hal yang paling saya suka saat itu menggunakan desktop environment Unity. Diperbaruan LTS yang terakhir dari Ubuntu, saya sedikit kaget karena mereka ternyata memutuskan menggunakan desktop environment Gnome. Make sense sih, karena ini lebih ringan dari terakhir yang saya coba.

ubuntu 18.04 lts
Yang baru di Ubuntu 18.04 LTS

Ubuntu 18.04 LTS yang kemarin dirilis memang banyak membawa perubahan cukup signifikan menurut saya. Ya, terutama dari desktop-nya yang saya bilang tadi. Dari gambar di atas bisa dilihat, itu seinget saya ciri khas dari desktop Gnome. Untuk lebih jelasnya sih, bisa kunjungi release note dari Ubuntu 18.04 LTS ini.

Oia, hal menarik yang saya ingat saat menggunakan distro OS seperti ini adalah banyaknya komunitas aktif opensource yang ada dikampus-kampus Indonesia. Saya biasanya sering men-download di mirror repo lokal (seperti kambing-ui) Silahkan temen-temen langsung aja sedot aja. Keuntungannya download lewat mirror lokal ya lebih hemat bandwith sih.

Mirror list:
Mungkin temen-temen ada mirror list repo yang lain?

Langsung komen aja dibawah, biar nanti saya edit tulisan ini untuk nambah mirror list-nya, semoga masih banyak yang aktif di komunitas yang ngobrolin soal ini, macam IGOS Nusantara (tapi sayangnya sekarang jarang diupdate, padahal dulu ada IGOS SDK, dll)

Komentar